SIFAT SIFAT PERTIDAKSAAM
Sifat-Sifat Pertidaksamaan
- tanda pertidaksamaan tidak berubah jika kedua ruas ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang sama
Jika a
< b maka:
a + c
< b + c
a – c
< b – c
- tanda pertidaksamaan tidak berubah jika kedua ruas dikali atau dibagi dengan bilangan positif yang sama
Jika a
< b, dan c adalah bilangan positif, maka:
a.c <
b.c
a/b <
b/c
- tanda pertidaksamaan akan berubah jika kedua ruas pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan bilangan negatif yang sama
Jika a
< b, dan c adalah bilangan negatif, maka:
a.c >
b.c
a/c >
b/c
- tanda pertidaksamaan tidak berubah jika kedua ruas positif masing-masing dikuadratkan
Jika a
< b; a dan b sama-sama positif, maka: a2 < b2
Contoh 1
:
(2x – 1)2 ≥ (5x – 3).(x – 1) – 7
4x2 – 4x + 1 ≥ 5x2 – 5x – 3x + 3 – 7
4x2 – 4x + 1 – 5x2 + 5x + 3x – 3 + 7 ≥ 0
–x2 + 4x + 5 ≥ 0
–(x2 – 4x – 5) ≥ 0
–(x – 5).(x + 1) ≥ 0
Harga nol: x – 5 = 0 atau x + 1 = 0
x = 5 atau x = –1
Garis bilangan:
- menggunakan titik hitam karena tanda pertidaksamaan ≥
- jika dimasukkan x = 0 hasilnya positif
- karena 0 berada di antara –1 dan 5, maka daerah tersebut bernilai positif, di kiri dan kanannya bernilai negatif
- karena tanda pertidaksamaan ≥ 0, maka yang diarsir adalah yang positif
Jadi penyelesaiannya: {x | –1 ≤ x ≤ 5}
Contoh 2 :
(2x + 1)2.(x2 – 5x + 6) < 0
(2x + 1)2.(x – 2).(x – 3) < 0
Harga nol: 2x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 atau x – 3 = 0
x = –1/2 atau x = 2 atau x = 3
Garis bilangan:
(2x + 1)2.(x2 – 5x + 6) < 0
(2x + 1)2.(x – 2).(x – 3) < 0
Harga nol: 2x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 atau x – 3 = 0
x = –1/2 atau x = 2 atau x = 3
Garis bilangan:
menggunakan titik putih karena
tanda pertidaksamaan <
jika dimasukkan x = 0 hasilnya
positif
karena 0 berada di antara –1/2
dan 2, maka daerah tersebut bernilai positif
karena –1/2 adalah batas rangkap
(–1/2 muncul sebanyak 2 kali sebagai harga nol, jadi –1/2 merupakan batas
rangkap), maka di sebelah kiri –1/2 juga bernilai positif
selain daerah yang dibatasi oleh
batas rangkap, tanda positif dan negatif berselang-seling
karena tanda pertidaksamaan ³ 0,
maka yang diarsir adalah yang positif
Jadi penyelesaiannya: {x | 2 < x < 3}
Contoh 3:
Harga nol pembilang: x – 2 = 0
atau x + 1 = 0
x = 2 atau x = –1
Harga nol penyebut: tidak ada, karena penyebut tidak dapat difaktorkan dan jika dihitung nilai diskriminannya:
D = b2 – 4.a.c = 12 – 4.1.1 = 1 – 4 = –3
Nilai D-nya negatif, sehingga persamaan tersebut tidak mempunyai akar real
(Catatan: jika nilai D-nya tidak negatif, gunakan rumus abc untuk mendapat harga nol-nya)
Garis bilangan:
Jadi penyelesaiannya: {x | x ≤ –1 atau x ≥ 2}
Harga nol penyebut: tidak ada, karena penyebut tidak dapat difaktorkan dan jika dihitung nilai diskriminannya:
D = b2 – 4.a.c = 12 – 4.1.1 = 1 – 4 = –3
Nilai D-nya negatif, sehingga persamaan tersebut tidak mempunyai akar real
(Catatan: jika nilai D-nya tidak negatif, gunakan rumus abc untuk mendapat harga nol-nya)
Garis bilangan:
Jadi penyelesaiannya: {x | x ≤ –1 atau x ≥ 2}
Komentar
Posting Komentar